Langsung ke konten utama

Postingan

Definisi Budaya Organisasi

Budaya merupakan sejumlah pemahaman penting seperti norma, nilai, sikap, dan keyakinan yang dimiliki bersama oleh anggota organisasi. Budaya sebagai suatu pola asumsi dasar yang dimiliki bersama yang didapat oleh kelompok ketika memecahkan masalah penyesuaian eksternal dan integrasi internal yang telah berhasil dengan cukup baik untuk dianggap sah dan oleh karena itu, diharapkan untuk diajarkan kepada anggota baru sebagai cara yang tepat untuk menerima, berpikir, dan merasa berhubungan dengan masalah tersebut. Jadi, budaya organisasi adalah bagaimana organisasi belajar berhubungan dengan lingkungan yang merupakan penggabungan dari asumsi, perilaku, cerita, mitos, ide, metafora, dan ide lain untuk menentukan apa arti bekerja dalam suatu organisasi (Veithzal, 2008). Budaya mengandung apa yang boleh dilakukan atau tidak boleh dilakukan sehingga dapat dikatakan sebagai suatu pedoman. Pada dasarnya Budaya organisasi dalam perusahaan merupakan alat untuk mempersatukan setiap individu yang...

Indikator Tindakan Supervisi

Tindakan supervisi yang akan dibahas adalah tindakan supervisi yang direkomendasikan oleh The Accounting Education Change Commission (AECC), yaitu badan yang dibentuk untuk menangani pendidikan akuntansi dalam upaya untuk mempertahankan profesi akuntan sebagai pilihan karir yang menarik di Amerika Serikat, Badan ini menerbitkan Issues Statement No. 4 yang ditujukan untuk meningkatkan kepuasan kerja akuntan yunior.  Salah satu isi dari Issues Statement No. 4 adalah Accounting Education Change Commission (AECC) Recommendations for Supervisors of Early Work Experience yang mendorong pemberdayaan akuntan yunior melalui tindakan supervisi yang tepat dan bisa menumbuhkan motivasi intrinsik sehingga kepuasan kerja akuntan yunior akan meningkat. Tiga aspek utama tindakan supervisi  sebagaimana yang telah disarankan oleh AECC yang dijadikan sebagai indikator untuk menilai tindakan supervisi dalam penelitian ini, antara lain: Kepemimpinan dan mentoring Supervisor hendaknya menun...

Tindakan Supervisi

Subandi (2002) menyatakan bahwa tanggapan karyawan terhadap supervisornya tergantung pada karakteristik dari supervisor. Hasil penelitian Basset (1995) dalam Subandi (2002) menyatakan bahwa kepuasan kerja bawahan akan meningkat jika supervisor bertindak bijak, baik hati dan penuh perhatian terhadap bawahannya. Subandi juga menyimpulkan beberapa sifat yang menunjukkan kemampuan supervisor, yaitu: Secara teknis, supervisor mempunyai pemahaman yang mantap akan pekerjaannya. Pada umumnya bawahan mengharapkan supervisornya bekerja lebih baik daripada yang lain dan memiliki kemampuan terbaik. Supervisor adalah seorang perencana yang baik, mampu membuat jadwal kerja yang efisien dan mampu bekerja secara efektif. Supervisor mampu berkomunikasi dengan baik dan jujur. Karyawan selalu mendapat umpan balik sehingga mereka tahu penilaian terhadap pekerjaannya. supervisor yang mampu melatih, perkembangan kemampuan dan keterampilan bawahan menjadi pusat perhatiannya. Dia juga instruktur yang t...

Supervisi Dalam Auditing

Supervisi merupakan proses yang berkelanjutan untuk mengawasi atau mengarahkan pekerjaan yang dimulai dengan perencanaan dan diakhiri dengan penyimpulan atas jalannya tugas. Parker et al. (1989) dalam rahman (2006) mengatakan bahwa kebutuhan yang paling penting bagi auditor yang berkaitan dengan kepuasan kerja adalah evaluasi secara fair (adil) terhadap dirinya. Kemudian, kebutuhan kedua yang penting adalah supervisi yang kompeten dan fair. Supervisi merupakan tindakan mengawasi atau mengarahkan penyelesaian pekerjaan. Dalam kegiatan audit, Supervisi mencakup pengarahan usaha asisten yang terkait dalam pencapaian tujuan audit dan penentuan apakah tujuan tersebut tercapai (IAI, 2001).  Tindakan supervisi dibahas dalam standar audit yang merupakan pedoman bagi auditor dalam melaksanakan tugas profesionalnya. Bagi akuntan publik tindakan supervisi diatur dalam Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) pada Standar Pekerjaan Lapangan yang pertama, yang berbunyi: ”pekerjaan harus...

Penilaian Kinerja

Seseorang akan selalu mendambakan penghargaan terhadap hasil pekerjaanya dan mengharapkan imbalan yang adil. Penilaiaan kinerja perlu dilakukan seobyektif mungkin karena akan memotivasi karyawan dalam melakukan kegiatannya. Disamping itu penilaan kinerja dapat memberikan informasi untuk kepentingan pemberian gaji, promosi dan melihat perilaku karyawan. Menurut Mulyadi (2001) manfaat penilaian kinerja dalam suatu organisasi adalah sebagai berikut: Mengelola operasi organisasi secara efektif dan efisien melalui pemotivasian karyawan secara maksimal. Membantu pengambilan keputusan yang bersangkutan dengan karyawan, seperti promosi, treansfer dan pemberhentian. Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan dan pengembangan karyawan dan untuk menyediakan kriteria seleksi dan evaluasi program pelatihan karyawan. Menyediakan umpan balik bagi karyawan mengenai bagaimana atasan mereka menilai kinerja mereka. Menyediakan suatu dasar bagi distribusi penghargaan. Pada kantor akuntan publik, pe...

Kinerja Auditor

Secara etimologi, kinerja berasal dari kata prestasi kerja (performance). Menurut Hasibuan (2009) prestasi kerja atau kinerja adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yag dibebankan kepadanya, yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman, dan kesungguhan serta waktu. Sedangkan Mangkunegara (2001) menyatakan, kinerja dapat didefinisikan sebagai hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dapat dicapai oleh seseorang karyawan dalam melaksanakan tugas sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. kinerja auditor merupakan tindakan atau pelaksanaan tugas pemeriksaan yang telah diselesaikan oleh auditor dalam kurun waktu tertentu. Kalbers dan Forgatty (1995) dalam Trisnaningsih (2007), mengemukakan bahwa kinerja auditor sebagai evaluasi terhadap pekerjaan yang dilakukan oleh atasan, rekan kerja, diri sendiri, dan bawahan langsung. Dari beberapa pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa kinerja auditor adalah suatu hasil karya yang di...

Kompetensi Bukti Audit

Bukti audit merupakan informasi yang digunakan auditor untuk menentukan apakah informasi yang diaudit telah sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. Rentang informasi ini sangat beragam kemampuannya dalam mempengaruhi auditor memutuskan apakah laporan keuangan telah disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. Bukti audit menurut Arens (2008:5) adalah setiap informasi yang digunakan auditor untuk menentukan apakah informasi yang diaudit dinyatakan sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Kompetensi (reliabilitas) bukti audit yang mendasari data akuntansi maupun informasi penguat tercantum dalam aspek standar ketiga pekerjaan lapangan. Reliabilitas catatan akuntansi berkaitan langsung dengan efektivitas struktur pengendalian intern. Pengendalian intern yang kuat akan meningkatkan keakuratan, reliabilitas dan keandalan catatan keuangan. Sementara pengendalian intern yang lemah sering kali tidak dapat mencegah atau mendeteksi kesalahan dan penyimpangan dalam p...

Skeptisme Profesional Auditor

Standar umum yang ketiga dari standar auditing menyatakan bahwa ”Dalam melaksanakan audit dan penyusunan laporannya auditor wajib menggunakan kemahiran profesionalnya dengan cermat dan seksama” (SA Seksi 230, paragraf 1). Penggunaan kemahiran profesional dengan cermat dan seksama menuntut auditor untuk melaksanakan skeptisme profesional. Skeptisme berasal dari kata skeptis yang berarti kurang percaya atau ragu-ragu (Echol & Shadily. 2003:529). Dengan sikap skeptisme profesional auditor ini, auditor diharapkan dapat melaksanakan tugasnya sesuai standar yang telah ditetapkan, menjunjung tinggi kaidah dan norma agar kualitas audit dan citra profesi auditor tetap terjaga. Skeptisme profesional auditor adalah suatu sikap (attitude) dalam melakukan penugasan audit. Skeptisme professional perlu dimiliki oleh auditor terutama pada saat memperoleh dan mengevaluasi bukti audit. Auditor tidak boleh mengasumsikan begitu saja bahwa manajemen adalah tidak jujur, tetapi kemungkinan bahwa...

Etika Profesional Akuntan

Etika secara garis besar dapat didefinisikan sebagai serangkaian prinsip atau nilai-nilai moral. Menurut C.S Lewis dalam M Guy (2002) adalah “Manusia diseluruh dunia memiliki beberapa kesepakatan tentang mana yang disebut benar dan mana yang salah”. Perilaku etis ditentukan oleh masing-masing individu. Setiap orang menggunakan alasan moral untuk memutuskan apakah sesuatu etis atau tidak. Etika adalah kode perilaku moral yang mewajibkan kita untuk tidak hanya mempertimbangkan diri kita sendiri tetapi juga orang lain. Menurut Mautz dan Sharaf, etika adalah aplikasi khusus dari etika umum. Etika umum menentukan bahwa ada pedoman tertentu yang manjadi dasar bagi seseorang berprilaku. Alasan utama diperlukannya tingkat tindakan professional yang tinggi oleh setiap profesi adalah kebutuhan akan keyakinan publik atas kualitas layanan yang diberikan oleh profesi. Bagi akuntan publik, merupakan hal penting bahwa klien dan pihak-pihak ekstern pengguna laporan keuangan memiliki suatu keyaki...

Pengukuran Kualitas Audit

Dibandingkan antara auditor yang berkualitas rendah, auditor berkualitas tinggi mempunyai kemampuan untuk mendeteksi praktik-praktik akuntansi yang dipertanyakan. Dan ketika hal itu terdeteksi, maka auditor akan mengeluarkan pendapat selain pendapat wajar tanpa pengecualian dalam laporan audit mereka. Menurut Bambang (1987:9) dalam mengukur mutu pemeriksaan suatu Kantor Akuntan Publik (KAP) dapat dilakukan dengan memeriksa kualitas kantor akuntan publik lainnya.  Pengukuran kualitas sebenarnya dapat diukur dengan mengukur tim pemeriksaan (auditor) yang berhubungan dengan: Kualifikasi keahlian (kompetensi) merupakan kemampuan auditor yang diperoleh melalui pendidikan dan pengalaman dalam lading auditing. Ketepatan waktu penyelesaian pekerjaan, menunjukan kemampuan auditor dalam menyelesaikan audit sesuai dengan waktu yang diinginkan klien. Kecukupan bukti pemeriksaan yang digunakan untuk mendukung pendapat akuntan, untuk memberikan opini yang semestinya tanpa kekeliruan. ...

Kualitas Audit

Kualitas Audit Menurut Arens (2008:4), auditing merupakan  pengumpulan dan evaluasi bukti tentang informasi untuk menentukan dan melaporkan derajat kesesuaian antara informasi itu dan kriteria yang ditetapkan. Pemeriksaan atas laporan keuangan bertujuan untuk memberikan keyakinan yang memadai (reasonable assurance) apakah laporan keuangan telah disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Kualitas audit diartikan sebagai probabilitas seorang auditor dapat menemukan dan melaporkan penyelewengan yang terjadi dalam sistem akuntansi klien (Murtanto, 1999 dalam Silvi 2008). Probabilitas penemuan penyelewengan tergantung pada kemampuan teknikal auditor, seperti pengalaman auditor, pendidikan, profesionalisme dan struktur  audit  perusahaan. Berdasarkan Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) audit yang dilaksanakan auditor tersebut dapat berkualitas jika memenuhi ketentuan atau standar auditing. S...

Biaya Langsung dan Biaya Tidak Langsung

Kali ini kita akan membahas mengenai biaya langsung dan biaya tidak langsung. Biaya langsung (Direct Cost) adalah biaya yang dapat dengan mudah ditelusuri ke objek biaya yang bersangkutan. Konsep biaya langsung lebih luas dari pengertian bahan langsung dan tenaga kerja langsung. Biaya tidak langsung (Indirect Cost) adalah biaya yang tidak dapat ditelusuri dengan mudah ke objek biaya yang bersangkutan Contoh dari biaya tidak langsung ini adalah gaji manajer pabrik menjadi biaya tidak langsung dari setiap jenis minuman bersoda yang mereka hasilkan. Gaji manajer pabrik ini disebut juga dengan biaya umum. Biaya umum adalah biaya yang bersama-sama dinikmati oleh sejumlah objek biaya. Biaya umum adalah salah satu jenis biaya tidak langsung. Biaya tertentu mungkin masuk kategori langsung atau tidak langsung tergantung dari objek biayanya. Pada contoh pertama gaji manajer pabrik akan menjadi biaya langsung bagi divisi produksi. Pada contoh pertama objek biayanya adalah minuman bersod...

Pendapatan dan Biaya Diferensial

Dalam keputusan bisnis setiap alternatif memiliki konsekuensi biaya dan manfaat yang harus dibandingkan dengan biaya dan manfaat yang akan diperoleh dari alternatif lain yang tersedia. Perbedaan biaya antara dua alternatif ini disebut biaya diferensial. Sementara perbedaan penghasilan antara dua alternatif disebut pendapatan diferensial. Biaya diferensial disebut juga biaya inkremental, meskipun secara teknis yang dimaksud dengan biaya inkremental berkaitan dengan kenaikan biaya yang terjadi karena perubahan dari satu alternatif ke alternatif lainnya. Sedangkan penurunan biaya disebut dengan biaya dekremental. Biaya diferensial dapat berupa biaya tetap maupun biaya variable.

Download SPKN (Standar Pemeriksaan Keuangan Negara) Lengkap

Download SPKN lengkap disini 844kb Standar Pemeriksaan merupakan patokan bagi para pemeriksa dalam melakukan tugas pemeriksaannya. Seiring dengan perkembangan teori pemeriksaan, dinamika masyarakat yang menuntut adanya transparansi dan akuntabilitas, serta kebutuhan akan hasil pemeriksaan yang bernilai tambah menuntut BPK menyempurnakan standar audit pemerintahan (SAP) 1995. SAP 1995 dirasa tidak dapat memenuhi tuntutan dinamika masa kini. Terlebih lagi sejak adanya reformasi konstitusi di bidang pemeriksaan maka untuk memenuhi amanat Pasal 5 Undang-undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara dan Pasal 9 ayat (1) huruf e Undang-undang Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan, BPK harus menyusun standar pemeriksaan yang dapat menampung hal tersebut. Di awal tahun 2007 ini, BPK telah berhasil menyelesaikan penyusunan standar pemeriksaan yang diberi nama ‘Standar Pemeriksaan Keuangan Negara’ atau disingkat dengan ‘SPKN’. SPKN...

Free Screen Saver : Universitas Negeri Padang

Screen saver bertuliskan UNP (Universitas Negeri Padang) ini gratis untuk di download. Setelah di download kamu dapat langsung menginstalnya di komputer atau notebook. Preview: Download Disini (582.2kb)

Free Flash Logo : Logo Universitas Negeri Padang (SWF)

Logo Universitas Negeri Padang (UNP)  ini dibuat dalam format swf atau flash. Kamu bisa memasangnya di blog atau situs kamu secara gratis. untuk dapat menampilkan logo UNP diatas kopi kode berikut di blog atau situs kamu: <embed pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" src="http://fabrie.webs.com/flash/unpspincoin.swf" wmode="transparent" type="application/x-shockwave-flash" width="170" height="150"></embed> untuk menampilkan logo di atas kopi kode ini: <embed pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" src="http://fabrie.webs.com/flash/unp2.swf" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" width="150" height="150"></embed> Logo diatas akan di tampilkan sesuai dengan posisi di mana kodenya di paste-kan. Untuk menampilkannya di sudut blog seperti pada blog ini tambahkan kode ini: <div style...

RERANGKA KONSEPTUAL USA vs INDONESIA

RERANGKA KONSEPTUAL USA vs INDONESIA IAI mengambil kebijakan untuk mengadopsi rerangka konseptual yang disusun oleh IASC sebagai dasar penyusunan dan penyajian laporan keuangan. Kebijakan tersebut disetujui oleh Komite Prinsip Akuntansi Indonesia pada tanggal 24 Agustus 1994 dan disahkan oleh Pengurus Pusat IAI pada tanggal 7 September 1994. IAI menamakan rerangka konseptual Indonesia dengan istilah “Rerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan”. Secara ringkas penjelasan sebagai berikut : a. Tujuan Dan Ruang Lingkup Tujuan rerangka konseptual tersebut pada intinya sejalan dengan tujuan rerangka konseptual milik FASB. Tujuan rerangka konseptual (konsep dasar) adalah untuk membantu berbagai pihak dalam mencapai tujuan berkaitan dengan masalah akuntansi yang muncul. Rerangka konseptual dapat digunakan sebagi acuan berbagai pihak yaitu : Komite penyusun standar akuntansi keuangan dalam pelaksanaan tugasnya; Penyusunan laporan keuangan, untuk menanggulang...

Rerangka Konseptual

Pengertian Rerangka Konseptual Rerangka konseptual dipandang sebagai teori akuntansi yang terstruktur (Belkaouli, 1993). Hal ini disebabkan struktur rerangka konseptual sama dengan struktur teori akuntansi yang di dasarkan pada proses penalaran logis (logical normative). Atas dasar penalaran ini, teori merupakan proses pemikiran menurut rerangka konseptual tertentu untuk menjelaskan apa yang harus di lakukan apabila ada fakta atau fenomena baru. FASB (1978) mendefinisikan rerangka konseptual sebagai suatu format yang saling berkait sebagai berikut : “….suatu format yang koheren tentang tujuan (objectives) dan konsep dasar yang saling berkaitan, yang di harapkan dapat menghasilkan standar-standar yang konsisten dan memberi pedoman tentang jenis, fungsi, serta keterbatasan akuntansi keuangan dan pelaporan keuangan”. Ada beberapa pihak yang memandang rerangka konseptual sebagai “ konsistensi” (Undang-Undang Dasar), yang merupakan landasan dalam proses penentuan standar akunta...

Perbedaan Teori Akuntansi Bersifat normatif dengan Teori Akuntansi Bersifat Positif

Pengertian teori akuntansi bergantung pada apakah akuntansi dipandang sebagai sains atau teknologi. • Sebagai sains, teori akuntansi bersifat positif. • Sebagai teknologi, teori akuntansi bersifat normatif. Teori akuntansi sebagai sains • Seperangkat konsep, definisi, dan proposisi (pernyataan) yang saling berkaitan secara sistematis yang diajukan untuk menjelaskan dan memprediksi fenomena akuntansi. • Fenomena akuntansi yang menjadi perhatian adalah keputusan atau perilaku pihak (manusia) yang berkepentingan dengan akuntansi. • Menggunakan metoda yang diemulasi dari metoda ilmiah dalam ilmu alam dengan sasaran menguji kebenaran pernyataan/penjelasan secara ilmiah. • Tidak menghasilkan prinsip akuntansi, metoda akuntansi, atau teknik akuntansi yang menjadi pilihan kebijakan akuntansi. Teori akuntansi sebagai teknologi: • Penalaran logis yang melandasi praktik akuntansi. • Proses penalaran untuk menjustifikasi kelayakan praktik akuntansi atau prinsip akuntansi terte...

Akuntansi Sebagai Seni, Sains, dan Teknologi

Akuntansi dapat dipandang sebagai seni (art), sains (science), atau teknologi. Penempatan seperangkat pengetahuan akuntansi ke dalam salah satu kategori tersebut menentukan karakteristik teori akuntansi. Karakteristik seni: • Keterampilan mengerjakan sesuatu atau menerapkan suatu konsep/pengetahuan yang memerlukan perasaan, intuisi, pengalaman, bakat, dan pertimbangan (judgment). • Keahlian dan pengalaman untuk memilih perlakuan terbaik dalam rangka mencapai suatu tujuan. • Nilai (moral, ekonomik, dan sosial) menjadi basis pertimbangan. Karakteristik akuntansi sebagai seni: • Akuntansi sebagai bidang pengetahuan keterampilan, keahlian, dan kerajinan yang menuntut praktik untuk menguasainya. • Akuntansi menuntut pertimbangan (judgment) dalam penerapannya. • Pertimbangan harus dituntun oleh pengalaman dan pengetahuan (profesionalisma). Karakteristik sains: • Pengetahuan untuk menjelaskan dan meramalkan gejala alam dan sosial seperti apa adanya dengan metoda ilmiah. ...