Seseorang akan selalu mendambakan penghargaan terhadap hasil pekerjaanya dan mengharapkan imbalan yang adil. Penilaiaan kinerja perlu dilakukan seobyektif mungkin karena akan memotivasi karyawan dalam melakukan kegiatannya. Disamping itu penilaan kinerja dapat memberikan informasi untuk kepentingan pemberian gaji, promosi dan melihat perilaku karyawan.
Menurut Mulyadi (2001) manfaat penilaian kinerja dalam suatu organisasi adalah sebagai berikut:
- Mengelola operasi organisasi secara efektif dan efisien melalui pemotivasian karyawan secara maksimal.
- Membantu pengambilan keputusan yang bersangkutan dengan karyawan, seperti promosi, treansfer dan pemberhentian.
- Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan dan pengembangan karyawan dan untuk menyediakan kriteria seleksi dan evaluasi program pelatihan karyawan.
- Menyediakan umpan balik bagi karyawan mengenai bagaimana atasan mereka menilai kinerja mereka.
- Menyediakan suatu dasar bagi distribusi penghargaan.
Pada kantor akuntan publik, penilaian kinerja auditor sangat diperlukan untuk melihat seberapa jauh keberhasilan auditor dalam menyelesaikan tugas-tugas auditnya. Penilaian kinerja juga memungkinkan pimpinan kantor akuntan publik untuk mengambil keputusan yang berhubungan dengan bawahannya. Dengan demikian, penilaian kinerja akan membantu pimpinan untuk melakukan pengendalian terhadap setiap kegiatan dalam organisasi.
Tujuan utama penilaian kinerja adalah untuk memotivasi karyawan dalam mencapai sasaran organisasi dan dalam mematuhi staandar perilaku yang telah ditetapkan sebelumnya. Menurut Mulyadi (2001), tujuan penilaian kinerja dikelompokkan dalam empat kategori, antara lain:
- Evaluasi yang menekankan perbandingan antar orang
- Pengembangan yang menekankan perubahan dalam diri seseorang dengan berjalannya waktu.
- Pemeliharaan sistem
- Dokumentasi keputusan-keputusan sumber daya manusia.
Komentar
Posting Komentar