Langsung ke konten utama

Pengukuran Kualitas Audit


Dibandingkan antara auditor yang berkualitas rendah, auditor berkualitas tinggi mempunyai kemampuan untuk mendeteksi praktik-praktik akuntansi yang dipertanyakan. Dan ketika hal itu terdeteksi, maka auditor akan mengeluarkan pendapat selain pendapat wajar tanpa pengecualian dalam laporan audit mereka.

Menurut Bambang (1987:9) dalam mengukur mutu pemeriksaan suatu Kantor Akuntan Publik (KAP) dapat dilakukan dengan memeriksa kualitas kantor akuntan publik lainnya.

 Pengukuran kualitas sebenarnya dapat diukur dengan mengukur tim pemeriksaan (auditor) yang berhubungan dengan:

  1. Kualifikasi keahlian (kompetensi) merupakan kemampuan auditor yang diperoleh melalui pendidikan dan pengalaman dalam lading auditing.
  2. Ketepatan waktu penyelesaian pekerjaan, menunjukan kemampuan auditor dalam menyelesaikan audit sesuai dengan waktu yang diinginkan klien.
  3. Kecukupan bukti pemeriksaan yang digunakan untuk mendukung pendapat akuntan, untuk memberikan opini yang semestinya tanpa kekeliruan.
  4. Independensi, yang artinya seorang auditor tidak mudah dipengaruhi, karena pekerjaannya untuk kepentingan umum. Kepercayaan masyarakat umum atas independensi sikap auditor independen sangat penting bagi perkembangan profesi akuntan publik. Untuk menjadi independen, seorang auditor harus secara intelektual jujur.

Mengukur kualitas audit merupakan hal yang agak sulit dilakukan. Karena untuk melihat seseorang itu berkualitas atau tidak kita harus melihat hasil kerjanya. Karena auditor yang berkualitas tinggi akan mencegah terjadinya kekeliruan dalam perusahaan yang diauditnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Daftar Mahasiswa/i Akuntansi Reguler UNP TM 2007

NO.SPMB nama NIM 2071301561 SAUR DAMANIK 84365 2071400608 NOFRIDO RENALDO 84369 2071400907 MILCIA T 84370 2071401101 AGA ARYE PERDANA 84371 2071401353 MEILIDA AULY RAHMI 84372 2071401562 RAHMAH FELANILLA 84373 2071401797 RANI OKTIVANI 84374 2071402194 HELFA KHUSTINA 84375 2071402209 ULIANI ARIFAH 84376 2071402607 YENIKA JONIVER 84377 2071402704 FUJI KARDILA 84378 2071403109 RITA FITRIA 84379 2071403154 ADRIZAL 84380 ...

Akuntansi Sebagai Seni, Sains, dan Teknologi

Akuntansi dapat dipandang sebagai seni (art), sains (science), atau teknologi. Penempatan seperangkat pengetahuan akuntansi ke dalam salah satu kategori tersebut menentukan karakteristik teori akuntansi. Karakteristik seni: • Keterampilan mengerjakan sesuatu atau menerapkan suatu konsep/pengetahuan yang memerlukan perasaan, intuisi, pengalaman, bakat, dan pertimbangan (judgment). • Keahlian dan pengalaman untuk memilih perlakuan terbaik dalam rangka mencapai suatu tujuan. • Nilai (moral, ekonomik, dan sosial) menjadi basis pertimbangan. Karakteristik akuntansi sebagai seni: • Akuntansi sebagai bidang pengetahuan keterampilan, keahlian, dan kerajinan yang menuntut praktik untuk menguasainya. • Akuntansi menuntut pertimbangan (judgment) dalam penerapannya. • Pertimbangan harus dituntun oleh pengalaman dan pengetahuan (profesionalisma). Karakteristik sains: • Pengetahuan untuk menjelaskan dan meramalkan gejala alam dan sosial seperti apa adanya dengan metoda ilmiah. ...

Skeptisme Profesional Auditor

Standar umum yang ketiga dari standar auditing menyatakan bahwa ”Dalam melaksanakan audit dan penyusunan laporannya auditor wajib menggunakan kemahiran profesionalnya dengan cermat dan seksama” (SA Seksi 230, paragraf 1). Penggunaan kemahiran profesional dengan cermat dan seksama menuntut auditor untuk melaksanakan skeptisme profesional. Skeptisme berasal dari kata skeptis yang berarti kurang percaya atau ragu-ragu (Echol & Shadily. 2003:529). Dengan sikap skeptisme profesional auditor ini, auditor diharapkan dapat melaksanakan tugasnya sesuai standar yang telah ditetapkan, menjunjung tinggi kaidah dan norma agar kualitas audit dan citra profesi auditor tetap terjaga. Skeptisme profesional auditor adalah suatu sikap (attitude) dalam melakukan penugasan audit. Skeptisme professional perlu dimiliki oleh auditor terutama pada saat memperoleh dan mengevaluasi bukti audit. Auditor tidak boleh mengasumsikan begitu saja bahwa manajemen adalah tidak jujur, tetapi kemungkinan bahwa...